Sosok Dibalik Karya Seni Kucing dan Batu Seniman Pasar Seni Ancol, ArtRockman (M. Rochman)

Berkenalan dengan sosok seniman Pasar Seni Ancol, M.Rochman

Siapakah Sosok M. Rochman?

Muhammad Rochman atau kerap dipanggil Rochman (@art.rockman) merupakan seorang seniman yang sekarang aktif di komunitas Pasar Seni, Ancol. Bermula dari hobinya menggambar sejak usia dini, beliau memutuskan untuk menjadikan melukis sebagai profesinya. Tentunya semua seniman mempunyai masa sulit di awal perjalanan. Tetapi hal tersebut tidak membiarkan Rochman berdiam diri dan menyerah. Bahkan ketika beliau hanyalah seorang pelukis amatir, ia berhasil menggelar pameran tunggal pertamanya di balai Desa. Hal tersebut semakin memotivasinya untuk mengusut karir sebagai seorang seniman. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Meninggi Ekonomi Atas (SMEA), misi beliau sudah pasti, yaitu mengejar karir sebagai seniman tulen. Tahun 1993, bermodalkan tekad dan keinginan, ia beranjak ke Bali dan mengembangkan karirnya selama 4 tahun. Pada akhirnya, takdir menuntunnya untuk bergabung dengan komunitas Pasar Seni di Ancol tahun 2003, dimana beliau terus berkarya dan berkembang di bidang yang paling disukainya yaitu melukis.

Ciri Khas Lukisan M. Rochman

Setiap seniman mempunyai hal yang unik dalam lukisannya. Bisa saja beda media maupun tekniknya. Dari sisi Rochman, seperti air yang mengalir, ciri khasnya berevolusi seiring berjalannya waktu. Pertamanya, beliau terinspirasi oleh lukisan yang terpampang di cover kaset oleh Roger Dean. Dari situlah secara tidak langsung dan otodidak beliau melatih banyak teknik lukisan. Bermula dari stick figure, sketsa, lukisan tradisional hingga mode realis dan surealis, semua sudah dilakukan. 

Apa yang membuat Rochman berbeda dari yang lain? Ada suatu kejadian yang menimpa beliau dimana kejadian tersebut membuahkan ciri khas dari karya seni beliau. Kejadian tersebut melibatkan seekor kucing yang dahulu dipeliharanya. Nampaknya, luka di wajah beliau meninggalkan kesan secara batin. Hingga sekarang, kucing merupakan inspirasi karya seninya. Anatomi, ilustrasi, hampir semuanya dipenuhi dengan model sejatinya, kucing. Bahkan karya seni bertema kucing membuka jalannya untuk bergabung dengan Pasar Seni hingga sekarang. Ketertarikan terhadap kucing tidak berhenti sampai di subjek kucing saja namun berlarut ke makanannya, yakni, ikan. Seperti sifat sang seniman pecinta kucing yang humoris dan up to date, beliau tidak takut akan perubahan akan mode karya seni nya. Media yang digunakan untuk melukis biasanya terdiri dari kanvas, kertas dan cat akrilik, tetapi belakangan ini media lukis bertambah secara unik. Batu menjadi salah satu media yang digunakannya untuk melukis. Batu lempeng, batu bulat, semua batu dapat dijadikan kanvas untuk meluapkan ekspresi dan hal kesukaan Rochman. 

Suka dan Duka Menjadi Seniman 

Meski memiliki awal karir yang terbilang tidak mudah, Rochman sangat menyukai pekerjaannya sebagai seniman. Secara stereotip, seniman bukanlah pekerjaan yang stabil dan dapat menjamin. Dibalik kesulitannya, senyum tetap terulas di bibirnya dan pekerjaan dilakukannya dengan hati yang gembira. Beliau berkata, memang, seorang seniman rata-rata tidak mempunyai banyak secara harta, namun kebahagiaan batin sangatlah terpenuhi bila seseorang dapat melakukan hal yang disukainya.

Harapan untuk Platform ZMFY

Platform ZMFY bersedia hadir untuk memberikan bantuan digital untuk para seniman di Pasar Seni Ancol, termasuk Rochman. Dengan bantuan digital ini beliau berharap para seniman di komunitas ini dapat lebih berkembang secara karir dan memberikan edukasi bagi mereka yang membutuhkan, terutama karena masih minimnya pendidikan seni rupa di Indonesia. Semoga rencana ini cepat terlaksana dengan lancar ya!

Untuk kalian yang tertarik dengan karya seni Rochman, bisa langsung saja berkunjung ke @art.rockman atau langsung mengunjungi studio beliau di Pasar Seni Ancol ya! Karya seni beliau sangat beragam dan unik loh. Yuk bersama kita dukung seniman lokal Indonesia dan karya-karyanya.